Prabowo Subianto Tegaskan Netralitas TNI dan Polri dalam Pilpres 2029

Menteri Pertahanan merangkap calon presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa TNI dan Polri akan bersikap netral dalam Pilpres 2029. Penegasan ini disampaikan dalam rapat koordinasi dengan Panglima TNI dan Kapolri di Jakarta, Jumat (23/5).

Baca juga

Prabowo Subianto Resmi Daftar sebagai Capres 2029 di KPU RI — Prabowo Subianto resmi mendaftar sebagai calon presiden untuk Pilpres 2029 di Komisi Pemilihan Umum ...

Prabowo meminta seluruh jajaran TNI dan Polri untuk fokus pada tugas pokok mereka, yaitu mengamankan jalannya pesta demokrasi. 'Jangan ada anggota TNI/Polri yang terlibat politik praktis,' tegasnya.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir dalam rapat tersebut. Mereka menyatakan kesiapannya mengamankan Pilpres 2029.

Prabowo juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu miring yang bisa memecah belah persatuan bangsa. 'TNI dan Polri siap mengamankan, mari kita jaga kondusivitas,' ujarnya.

Dalam rapat tersebut, dibahas pula strategi pengamanan Pemilu yang akan melibatkan 500 ribu personel gabungan TNI dan Polri di seluruh Indonesia.

Prabowo juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, BIN, dan KPU dalam menyukseskan Pilpres 2029 yang aman dan damai.

Netralitas TNI dan Polri menjadi sorotan publik mengingat beberapa oknum pernah terlibat politik praktis pada Pemilu sebelumnya.

Prabowo berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada anggota TNI/Polri yang terbukti melanggar netralitas. Sanksi bisa berupa pemecatan hingga pidana.

Pengamat militer menilai komitmen Prabowo ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap aparat keamanan dalam Pilpres 2029.

Prabowo mengakhiri rapat dengan menekankan bahwa stabilitas keamanan adalah harga mati untuk keberhasilan pembangunan nasional.