Indonesia Resmi Luncurkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2026-2030

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Komunikasi dan Digital resmi meluncurkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) 2026-2030. Peluncuran ini menandai komitmen Indonesia dalam memanfaatkan teknologi AI untuk percepatan transformasi digital nasional.

Baca juga

Kebijakan Fiskal 2025: Menyeimbangkan Pertumbuhan dan Stabilitas — Pemerintah meluncurkan kebijakan fiskal 2025 dengan target defisit 2,5% terhadap PDB, fokus pada eko...

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Stranas KA akan menjadi panduan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan dan mengadopsi AI secara bertanggung jawab. 'Kita targetkan Indonesia masuk 20 besar global dalam indeks kesiapan AI pada 2030,' ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Strategi ini mencakup empat pilar utama: pengembangan riset dan inovasi AI, pembangunan infrastruktur dan ekosistem digital, peningkatan talenta digital nasional, serta penyusunan regulasi dan tata kelola AI yang etis.

Salah satu program unggulan adalah pembentukan 'National AI Research Center' yang akan berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari, Malang. Pusat riset ini direncanakan berkolaborasi dengan perguruan tinggi ternama dan perusahaan teknologi global.

Di sektor kesehatan, AI akan dimanfaatkan untuk diagnosis dini penyakit, pengembangan obat, dan optimalisasi layanan telemedicine. Sementara di sektor pendidikan, AI akan digunakan untuk personalisasi pembelajaran dan asisten pengajar virtual.

Pemerintah menargetkan pelatihan 1 juta talenta AI pada 2028 melalui program kolaborasi dengan Google, Microsoft, dan startup AI lokal. Program ini akan menyasar mahasiswa, profesional, dan aparatur sipil negara.